Bila Hati Berkata

Hari demi hari telah kita lewati bersama

Rasakan manisnya suka dan duka

Akhirnya, kutuliskan suara hati ini, hanya untukmu

Ku katakan semua yang ada dalam perasaan ini

Engkaulah dambaan ku satu-satunya

Tak kan ada tempat orang lain dihatiku

Aku tak ingin kehilangan dirimu

Kunantikan kebahagiaan bersamamu

Cinta dan kesetiaan tak kan goyah

Baru kusadari, selama ini dirimu begitu berarti

Dan bersamamu kudapatkan indahnya dunia

Aku menyesal telah berbuat salah selama ini

Yang menyakitkan hatimu tentunya

Kita hanyalah manusia yang tak bisa lari dari salah

Namun, Tuhan-lah yang telah mengaturnya

Izinkanlah aku memperbaiki kesalahanku

Yang telah melukai hatimu yang paling dalam

Biarlah aku menarik semua kesalahanku

Agar cinta kita terukir kembali di dalam hati

Ku ingin bahagia denganmu

Bila engkau memaafkan aku

Aku berharap kita bisa saling jujur dan percaya

Supaya kita bisa menjaga keutuhan cinta kita

Karena bagiku, engkau jantung hatiku

Yang tak mungkin kulepaskan

Semoga Tuhan mendengar cinta yang suci ini

Sampai akhir hayat kita nanti…

Sabtu, 05 Agustus 1995

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Untukmu…

Harapan impian yang tak berbuah

Berguguran tumbang sebelum musimnya

Satu-satu luluh tanpa bekas

Di akhir tahun awal duka ini

Terlukis dengan pilu

Batin yang terkulai lesu

Antara harapan dan masa depan

Serta seribu usaha mencari arti hidup ini

Dengan cinta sebagai jembatan titian

Namun…

Hancurlah segala sukannya

Seorang gadis yang terpaku

Dengan khayalan sebagai dewa penolong

Pilu nian batin yang gundah

Perangi yang dulu dijaga

Degub jantung berdebar, berdetak mengalunkan kegundahan

Ibarat nyanyian pilu mengeluh

Tak mau menerima kenyataan

Dan mengakui kegoncangan batin

Perlahan tapi pasti duka datang merundung kalbu

Mengubah suasana lama dan menggantikan cerita baru

Serta lembaran putih…

Sebuah kenangan berakhir sudah, walau rindu tiada batas…

Sabtu, 05 Agustus 1995

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Bila ku tahu kau masih mengharapkannya

Aku takkan hadir diantara kalian

Biarlah aku pergi dari cintamu

Biarlah aku undur diri dari rasa sayangmu

Cinta…

Memang berat untuk melupakan yang pertama

Namun kupergi bukan karena itu

Ku pergi karena cintamu bukan untukku

Ku tak ingin menjadi dermaga kesunyian cintamu

Pergilah dan jemput dirinya yang kau rindu

Ku takkan menghalangi rindumu untuknya

Walau luka hati yang sangat dalam

Ku rela demi kebahagiaanmu

Rindu…

Mungkin aku akan merasakannya bila kau pergi

Namun akan kucoba untuk menepis rasa itu

Ku tak ingin menjadi penghalang rujuknya cinta kalian berdua

Kupercaya bila kita berjodoh

Kau akan tetap bersamaku

Namun kenyataan telah berpaling dari apa yang kita dambakan

Tuhan yang telah mengatur segalanya…

Di tahun__1995

Masihkah ada waktu

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Untuk mengulang sebait cerita lalu

Menunai hasrat di relung hatimu

Diantara gengam jemari

Adakah itu masih untukku

Malam ini kusadari

Aku terpuruk halusinasi

Menatap cermin diriku padamu

Kau peluk mesra dengan segala mesramu

Sebaris kata berlalu tanpa pasti

Mengubur bayangmu di ujung keraguan

Aku akui

Rentang jarak dan waktuku

Telah menggoreskan luka dalam penantian

Hingga kejenuhan tak lagi berpaling

Menatap kelam sisa-sisa keangkuhan

Detik demi detik terus melaju

Kucoba merengkuh diriku sendiri

Menelusuri jejak-jejak rindu diwaktu lalu

Hanya sepatah kata dari akhir sebuah kisah

Berbahagialah bersamanya…

Di tahun__1995

Di saat kau disampingku

Di saat kupegang janjimu

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Kau bisikan nada cinta padaku

Tiada hari tanpa cintamu

Kau belai-belai hati ini

Dengan segala curahan kasihmu

Kau bangkitkan semangat diriku

Kau jadikan diri ini berarti

Namun apalah arti semua ini

Setelah sekian lama kita berdua

Kau pergi tiada pernah kembali

Kau tinggalkan rindu dihati

Kumohon kau dengarkan teriakkanku

Bahwa aku akan tetap mencintaimu

Kan kugapai segala rintangan didepanku

Asalkan kau tetap menepati janjimu

Kumohon dengarkan suara hatiku

Aku masih mencintaimu

Sadarlah bahwa janjimu adalah dunia kita

Aku akan berada didekatmu

Selalu…selalu…dan untuk selamanya

Di tahun__1995

Untukmu sahabatku

Ku gapai dirimu lewat angan-angan

Kutitip salam untukmu lewat hembusan angin

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Ingin rasanya kubuka kembali

Pintu hati yang lama terkunci

Ingin kebuang bayang-bayang masa laluku yang kelam

Dan ingin ku singkirkan semua aral

Untuk sebuah persahabatan yang tulus dan suci

Kutak ingin harapan hanyalah sebuah impian

Dan ku tak ingin harapan-harapan yang semu

Yang kuingin adalah sebuah kisah nyata

Sebuah persahabatan yang terjalin manis dan mesra

Kini bersemayamlah dilubuk hatiku

Lelah sudah aku mengembara diantara bayang-bayang

Untuk mencari tempat berlabuh yang tenang

Untuk akhiri sebuah pengembaraan yang panjang

Ku ingin merenda hari-hari esok bersamamu

Hari-hari yang kuharapkan tanpa kehampaan

Hari-hari yang mengandung kenangan manis

Sebagai tempat pengobat luka dihati

Dan sebagai tempat curahan hati…

Di tahun__1995

Putri…

Dalam sepi dikeremangan malam

Kembaliku merenda mimpi tentangmu

Begitu indah hingga terasa dalam lelapku

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Aku tersenyum sendiri

Bulan dan bintang seakan ikut menjadi saksi…

Kebahagian kita

Putri…

Aku tak tau mengapa mimpi itu selalu hadir bersama bayangmu

Dan akupun merengkuh dalam pelukkan

Begitu hangatnya sampai ku terjaga

Sungguh indahnya jika mimpi itu bisa menjadi nyata

Di tahun__1995

Kusadari adanya diriku

Tak seindah yang kamu kira

Kucoba mengerti apa yang harus aku lakukan

Untuk membuatmu mengerti

Jauh dilubuk hatiku berkata

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Akankah kamu bisa menerima apa adanya diriku

Sahabat…

Adakah engkau merasakan bahwa engkau pun

Sama seperti diriku saat ini dan mungkin selamanya

Walau kekurangan sama-sama kita miliki

Suka duka kita rasakan bersama…nanti

Diantara ruang waktu yang sukar terpisahkan

Ku memilihmu untuk kumiliki sepenuhnya

Apapun adanya dirimu

Tak akan ada yang lain dalam hatiku

Selain kamu satu dan satu untuk selamanya

Dan akan menjadi keheningan jiwaku agar sirna

Terkubur bersama mimpi semu

Bersama-sama kita bangun bahtera cinta

Cinta yang abadi menjadi hak kita berdua

Untukmu aku diciptakan begitu pula juga kamu

Selamanya…

28 November 1996

Sahabat

Kenapa hanya tersenyum

Ketika menatap aku

Kau tak mau berterus terang

Sahabat

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Andai aku dapat menembus dinding hatimu

Mungkin…aku dapat merasakan

Apa yang ada dihatimu

Entah cinta atau benci

Sahabat

Kau hanya tersenyum

Aku tak sanggup untuk menunggu

Tentang keterusterangan

Yang dapat membuat hidupku lebih berarti

Sahabat

Harapan tinggalkan harapan nyata

Kau dan aku menjalin cinta

Menuju mahligai bahagia

05 Desember 1996

Terkadang aku tidak yakin

Dengan diriku sendiri

Mengapa aku bisa merebut dan menyeret

Kamu dalam cintaku

Semua gejolak rasa

Semakin menjadi setelah ungkapan manismu

Menerima apa adanya aku

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Terlontar dan mengalir ditelinga

Aku masih labil dan pesimis

Karena seperti yang kamu tahu

Masa depanku masih belum pasti

Sedangkan kamu…

Telah mampu berdiri sendiri untuk menyongsong hari

Sungguh…

Aku pesimis untuk bisa mensejajarkan langkahku

Karena sebenarnya

Kamu bisa mendapat seseorang yang…

Yang lebih segalanya

05 Desember 1996

Kata-kata kembali pada cinta

Yang setia mendengarkan nyanyian jiwa

Demikian pula bunga-bunga yang menemani renungan

Biarkan berangkat menempuh keyakinan

Fikiran-fikiran kita padatkan

Hingga berbentuk dalam mata

Menjadi sajak atau jejak rindu

Mungkin lebih bermakna daripada batu…

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Biarkan suara-suara jiwa terlahir

Dari dalam hidup yang selalu mengalir

Melangkahkan air mata yang fakir

Sudah berapa lama keterasingan

Dikembangkan menjadi perjalanan batin

Menempuh tafsir hati yang paling sunyi

Menuju hari-hari yang pasti

06 Desember 1996

Sengaja aku torehkan penaku

Aku ingin mencurahkan suasana didalam hatiku

Saat ini aku belum pernah menemukan apa yang

Sebenarnya dinamakan bahagia itu

Bahkan aku belum pernah merasakan

Sebenarnya bahagia itu apa

Berada dimanakah bahagia itu harus kudapatkan

Dengan apa aku bisa mendapatkan bahagia itu

Apakah harus dengan pengorbananku?…

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Untuk bisa mendapatkan arti sebuah bahagia!

Sahabat…

Selama ini hidupku selalu terlunta-lunta

Tersia-siakan oleh waktu yang terus bergulir

Duka selalu datang silih berganti

Pengorbanan selalu terabaikan

Rasakan semangatku seakan berangkat meninggalkanku

Dan akupun lesu menatap masa depanku

Entah ku harus berbuat apalagi

Putus asa nyaris terlintas dibenakku

Bahagia…

Kemanakah aku harus mencarimu

Haruskah aku…

Meronta, berteriak, menangis, mengiba dan…

Kini aku cuma bisa meratapi semuanya

Di tahun__1996

Tat kala sosok mungilmu

Melintas manis…

Ingin aku menggapai

Sampai seluruh tubuhmu

Terengkuh dalam dekapanku

Seraya kubisikan

Seuntai kata cinta

Kasih…

Aku menantimu selalu

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

April__1996

Putri…

Hati yang renta perlahan memanjang

Sepanjang masa

Pada sentuhan lembut

Adakah dihatimu…

Seperti yang dihatiku!

Dan adakah harapan kita disana

Putri…

Dalam kebersamaan telah tercipta cerita

Cinta yang pernah ada indah

Dan penuh pesona

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Andai mungkin dan jadi nyata

Bahagia pasti datang menjelang

Putri…

Izinkalah aku singgah direlung hatimu

Tempat aku bersemayam

Tempat aku bisa mengukir cinta padamu

Tempat aku memadu dan betapa tulusnya

cintaku…cintaku pada dirimu…

April__1996

Kumerenungi kejenuhanku

Kamu datang, saat itu juga kamu melayang

Sepertinya kamu tak perdulikan aku

Dan mungkin kemunafikanku yang tak dapat aku hentikan

Kau pergi begitu saja

Tak ada satupun yang tersisa…sirna

Kau berikan aku kekosongan yang tiada arti

Dan permainan-permainan dalam khayal belaka

Sungguh egoisnya diriku

Saat-saat diriku harus bertempur

Hingga kau terbang bagai burung

Yang sulit untuk menangkapmu

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Kusadari…aku tak terlalu pandai menggapaimu

Sedang diriku tak begitu setia menelusurimu

Semua itu tak dapat aku jawab

Aku hanya mendambakan sesuatu yang indah

Yang membuat semua orang tertawa

Aku ingin kamu berkasih aku telusuri

Hingga….

Hingga aku tak harus bertanya

Dapatkah aku untuk menggapaimu…

Di tahun__1997

Rinduku ……………

Entah kemana harus kularikan gelisah

Yang acap kali mencoba diam seribu basa

Kepala seakan terasa dihantam

Hati tak lagi sama bernyanyi

Terperangkap sunyi sepi

Menemani malam merayapi ujung kencan pagi

Dengan apa harus kulumat rindu ini…

Jalan yang mulai sepi malam gulita

Sesekali terdengar irama serangga malam

Suara angin masuk dari jendela terbuka

Wajah jelita…

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Mengapung tipis ditimpa cahaya

Putri…

Kemana engkau mengambang

Putri…

Saat aku yang merinduimu

Senyummu tampak sangat berarti

Yang membayang untuk mengobati rinduku ini

Di tahun__1999

Keheningan dan kesunyian

Sering melanda diriku

Aku yang sekarang bukanlah aku yang dulu

Tak tau harus berbuat apa

Sering pula aku menangis,

Tapi tak tau apa yang aku tangisi

Hanya sepi, sunyi dihatiku

Itulah yang akrab dengan kepribadianku

Juga diriku yang seperti ini

Yang tak bisa dipisahkan, antara aku dan diriku

Semua cepat sekali berlalu

Sosok orang yang sangat aku cintai

Cepat sekali berubah

Entah kapan itu terjadi

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Aku ingin kembali seperti dulu

Entah kapan itu akan aku lakukan

Aku tak tau

Masa-masa itu, cepat sekali berlalu

Tanpa kuhendaki dan ku sadari

Di tahun__2003

Menjaring samudera isi tertumpah

Mengapa bagai bara tak kunjung padam?

Setiap insan meratap penuh sesal

Hilang…Bimbang…

Lingkaran hidup dibawah mimpi

Pelangi dan mega penuh angan

Mata terpejam mencari arti

Manisnya anggur tak kurasakan

Pahitnya empedu tiada berarti

Seluruh jiwa melayang entah kemana

Menanti hujan di padang gersang

Tak datang…

Hati menjadi kian beku oleh panasnya sang mentari

Sirna tertelan alam khayal

Musnah terbawa angin yang tak tentu arah

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Melayang…dan hilang…

Sendiri dalam sepi

Dalam sebuah hasrat yang mati

Penantian………………

Di tahun__2003

Kupandangi kamu…nampak binar matamu

Sekilas laut membiru

Kalbu mengeluh…

Andai aku tenggelam

Akan ku reguk mimpi yang dalam dan sunyi

Kupandangi kamu…tak tampak cintamu

Sekilas permata tersembunyi

Harapanku lesu…

Andai aku gagal

Aku ingin menunggu, biar terengah mati

Tantangnya

Putri……

Tak taukah kamu, ada yang mencinta

Tak pantaskah itu?

Dan………

Mungkinkah………

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Di tahun__1999

Sebait kata kupersembahkan untukmu

Suatu doa yang terlupa

Saat kutatap cahayamu

Dalam kegelapan

Terlintas terbayang dianganku

Tentang sebuah kehidupan

Entah kemana suatu kisah

Arti kedamaian…

Sejuta impian dan harapan

Hilang ditelan angin malam

Badai dan gelombang…

Adalah suatu kenyataan dalam kehidupan…

Bagaikan sirna yang tertutup awan gelap…

Adalah suatu kenyataan dalam kegagalan…

Masih kuingat sebuah doa yang terlupa

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Di tahun__1997

Bagiku dan bagimu jua

Yang menapaki kehidupan ini

Setiap waktu tanggalkan kenangan, suka..duka…

Ada saat manakala kita tersantuk

Onak duri dan sakit yang menggigit

Oleh khilaf atau sengaja

Mari lebur semua itu dalam satu kata “Maaf”

Di hari nan Fitri

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 14 H

Mohon Maaf Lahir & Bathin

Bagiku dan bagimu jua

Perjalanan waktu membawa kenangan

Setiap detik tinggalkan ; manis

Setiap langkah tanggalkan kegembiraan

Namun adakala kita tersantuk onak duri

Dan sakit yang menggigit, entah oleh khilaf

Atau memang..(astagfirullah)..kita sengaja..!

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Maka, mari lebur semuanya dalam satu kata “maaf”

Bersama gema takbir, di hari nan Fitri

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 14 H

Mohon maaf lahir dan bathin

Perjalanan waktu….

Setiap tapak tinggalkan kenangan

Setiap detik tanggalkan kegembiraan

Ada saat, manakala hati tersantuk onak duri dan sakit

yang menggigit..menyeret kita dan tanggalkan luka & duka

Kini, saatnya kita topan dan badaikan segalanya

Dalam “maaf” nan penuh ikhlas, kasih, dan sayang..

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 14 H

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Selamat Idul Fitri

1 Syawal 14 H

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Di tahun__2004

Bagaikan embun pagi

Basahi dedaunan

Sesejuk hati ini

Saat kau memandangku

Kelembutan hatimu

Hancurkan angkuh hati

Sedangkan kecewaku

Dimasa yang lalu

Kucinta caramu

Mencintai aku

Kau buka pintu hatiku

Karena dirimu

Kiniku pahami

Aku bahagia denganmu

Bukan karna cantikmu

Meredamkan amarah

Tapi ketulusanmu

Membuatku mengerti

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Seribu satu jalan

Tuk membalas cintamu

Kadang bisa seindah

Apa yang kau beri

Kucinta caramu “Ariyo” 2004

Sepenggal cerita cinta kita…

Masih tersimpan rapi dilubuk sanubari

Saat luka kian menganga

Ku ingin hadirkan bayangmu

Disisi-sisi hatiku

Mungkinkah kealfaanku dimasa lalu

Masih membakar jiwa

Dan munculkan dendam dihati manismu

Bila saat ini kau mesti sendiri

Memeluk hampa kesendirian

Dan nikmat kesunyian…

Kumohon, maafkan aku atas segalanya

Karena itu bukan hasratku

Tuk meninggalkanmu dan melupakan kebersamaan…

Yang pernah kita lalui berdua

Bersamamu bagaikan khayalan termanis

Yang takkan pernah terwujud

Dan tetap menjadi sebuah mimpi yang terkubur

Karena kini…kita telah berbeda

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Di tahun__1998

Untuk kebahagiannku

Luka dalam deritaku tergambar dalam kesendirian

Kulukiskan lewat tebing hati yang terjal

Walau kehancuran menyembunyikan makna

Terus kujajaki rasamu untuk merasai jiwaku

Tak peduli dadaku remuk redam

Hingga hanyut aku ditengah keterpurukan

Kubuang jauh sesal dan kecewa

Kuhampiri ketulusan hatimu

Menuju inginmu untuk merengkuh hidup yang berarti…

Sampai dipertemukan arti bahagia

Yang belum sempat kau reguk ketika bersamaku

Saat ini…kumohon aliran cinta dan rasa sayangmu kau surutkan padaku…

Tapi jangan kau keringkan padanya…

Karena dialah jiwa ragaku yang tertinggal dihidupmu

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

12 April 1998

Bentangkan rasa damai dalam dadamu

Bersama fajar indah nan sejuk penuh pesona

Dihamparan kehidupan yang bahagia

Dalam dunia ini…

Kejarlah angan cintamu penuh pasti

Hilangkan rasa gundah dihatimu yang gelisah

Kalau memang itu semua kehendak-Nya

Apalah artinya manusia

Dalam hidup jangan biarkan dirimu

Terlambat dalam khayal yang semu

Hilangkan resah hatimu

Sambutlah hari esok yang ceria

Songsonglah masa depanmu

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Di tahun__2000

Dalam khayalku kusaksikan langkahmu yang malu-malu

Selalu membongkar kantukku direminal nasib

Seperti tak sadar

Aku kembali menyentuh jari-jarimu

Kaupun tersenyum ragu dan akupun mendesah lembut

Kemanakah perasaan ini melarikan diri setelah itu?

Itulah yang membuatku gamang

Seperti tak sanggup aku membenarkannya

Aku sadari kembali tentang satu hal

Yaitu bangun kembali rumah cintamu

Kurasa terlalu ningrat untuk kumasuki

Bagiku kini biarlah engkau rembulan dikejauhan

Yang tak pernah lelah menyinari hatiku

Namun tak mungkin kugapai

Maafkan bila aku hanya maju dalam mimpi indah…

Dalam khayal yang mengimajinasikan

Dan tak kan habis masa berlakunya…

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Desember__2001

Cinta itu memang ada

Indah mengukir jiwa

Namun cinta bagaikan tantangan tebing terjal

Serta penuh dengan kebahagiaan

Asalkan kita mampu merasakannya

Cinta itu penuh kemesaraan

Cinta itu penuh harapan

Cinta itu penuh misteri

Cinta itu terbuai oleh nafsu

Oh…cinta

Cinta itu pengorbanan

Serta pengharapan untuk memiliki

Cinta itu segalanya bagi manusia

Apakah itu benar?

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Desember__1999

Berbaring diantara sisi kehidupan

Terjepit dan menjerit

Menangis…

Membuka dan membelah asa

Menunduk…membungkuk

Meluruskan angan yang terputus

Oleh sisi kiblat kehidupan

Yang telah hilang diterjang arus gelombang kehidupan dunia

Runtuh…luruh…sirna…musnah

Tinggal sisa usia senja

Menunggu mentari tenggelam

Bersama kabut dan mega senja

Tidur pulas bersama buku harian

Disela-sela kiblat kehidupan

Antara siksa…dosa dan karunia

Menuntut jiwa raih bahagia

Melewati jembatan siksa

Diantara sekepal tanah

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Di tahun__2002

Luka kembali terbalut lelehan air mata

Mengecam geram kecewa

Menjerit berbaur petir kehidupan nyata

Biarlah kumenyeruak gelapnya malam

Tanpa seberkas cahaya

Mengetuk pintu-pintu hati insani

Yang tengah lelap tertidur

Menikmati semua mimpi dunia

Mengendarai waktu demi waktu

Tak terhitung langkah…lelah

Yakinku…mereka pasti kembali

Kejalan-Mu Ya Illahi Robbi…

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Di tahun__2002

Rupamu indah menarik hati

Putih bersih lambang kesucian

Biarlah kuncup dipetik

Baumu tetap harum mewangi

Sikapmu sungguh ramah

Selalu rendah hati

Meskipun hati gelisah

Aduhai bunga melati…

Berkembang putih semesta

Dihembus angin yang nyaman

Terhibur hati yang luka

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Di tahun__1999

Saat kutatap cahayamu

Dalam kegelapan

Terlintas bayangmu dianganku

Tentang sebuah kehidupan

Entah dimana satu kisah

Arti kedamaian…

Sejuta impian dan harapan

Hilang ditelan angin malam

Badai dan gelobang…

Adalah suatu kenyataan dalam kehidupan…

Bagaikan sinar yang tertutup awan gelap

Adalah suatu kenyataan dalam kegagalan

Masih kuingiat sebuah do`a yang terlupa

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Maret__1997

Tak pernah kubayangkan akan berakhir duka

Buah cinta yang kudambakan tiada terwujud

Apakah ini hanya impian diatas bukit harapan

Bahagia yang pernah engkau janjikan

Telah hilang…

Kemana aku melangkah

Membawa luka cinta

Kemana aku menjelang

Kasih dan cintanya

Mungkinkah dia akan kembali

Seperti yang kuharapkan

Mengukir nada-nada cinta yang nyata

Manisnya harapan

Pahit kenyataan yang mendera

Pedih kurasakan cinta

Kemana bahagia…

Hilang…

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Maret__1997

Malam dipagut sepi

Saat wajahmu hadir

Menyeretku pada kenangan masa silam

Dimana kita pernah merajut cerita dan merenda tawa…

Dan petikan dawai gitar senandungkan kidung cinta

Kalau akhirnya kau harus pergi

Untuk mewujudkan impian masa depanmu

Akupun dengan berat hati melepasmu…

Namun aku yakin cintamu hanya untukku

Walau kini aku harus menelan kekecewaan

Kau nodai kepercayaanku…

…dan harapanku

Bagaikan bayang-bayang kehadiranmu kini

Tak mungkin aku merengkuh kembali

Entah mengapa kerinduanku tiba-tiba merasuki jiwaku…

Kembali mengusung mimpi-mimpi patah

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Desember __1999

Kau tau…aku begitu mengharapkan sentuhan kasihmu

Kuingin tidur dalam buaian mutiara cintamu

Bersama belaian angin asmara yang berhembus lewat lorong nadiku…

Akupun terlena dalam jalan kasihmu

Ombak yang bergelombag telah membawa kita menuju dermaga…

Diatas bahtera kita pandang birunya laut lepas tanpa batas

Lalu kita berucap!

“Biar angin laut ribuan tahun dari tiap tetes air mata itulah yang akan

mengungkapkan wibawa cinta kita”

Dibalik kenangan manis itu terbesit tanya dihatiku

“Masihkah cintamu seperti dulu?”

Kenyataannya alam menyuarakan lain

Kidung kerinduan tak lagi bernyanyi

Mutiara cintamu tak lagi seperti yang dulu…

Terkikis bersama janji-janji palsu

Kini layu sudah kuncup kasih yang kusemai dihatiku

Ku tau asaku takkan mungkin kugapai kembali

Kiranya selama ini aku hanya bermimpi

Biarlah semua kenangan itu akan menjadi lembaran kelabu dalam hidupku…

Yang takkan membuat semangatku pudar

Untuk menggapai cinta suci…

…walau tanpamu

Selamat tinggal

Biarlah aku pergi dengan membawa luka dihati

Hanya satu kata buatmu diseberang

“aku masih sayang kamu”

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

27 November 1999

Disenja yang temaram

Bumi muram…langit kelam

Matahari redup berselimut mendung

Pucuk cemara berdesah

Berlenggok manja tertiup sang bayu

Sepi memagut…

Selintas bayangmu hadir

Dalam keremangan diriku terpaku

Samar namun pasti

Sosokmu begitu asing

Kugapai bayangmu yang semu

Melayang kebalik mendung

Tinggalkan aku dalam kesendirian

Dicekam sepi…sendiri

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Di tahun__1998

Sesal terpaku dalam kalbu

Maaf terucap dalam keraguan

Derapan hujan bersatu

Hati bercerita lara yang terduka

Paling sinis menghias gerimis

Senja temaram tipis

Alunan aliran tirta ritma simfoni sendu

Harapan terlalu kukuh berdiri tertegun

Aku terlalu kuat untuk bersimpuh

Aku masih tegar dalam dekap ratapan

Terhantam ketidakpedulian

Salah ini ternyata telah terpatri dalam diri

Terlalu tebal untuk terhapus

Semua terlambat tersadar

Hancur…musnah…terpupus

Kenangan itu sangat manis

Masa lalu yang tergaris didalam hidup

Coretan pena dengan tinta kini terasa sinis dalam cerita

Air mata kini terasa membeku

Asa dan harapan telah pergi

Haruskah terkikis oleh waktu yang terus berkulir

Dan habis tanpa satupun puing terpaku

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Di tahun__ 1996

Malam yang sepi seakan hidup sendiri

Diiringi suara serangga yang bernyanyi

Teringat aku padamu

Lenggok lakumu…

Lembar raut wajahmu…

Senyumu kala tersipu…

Juga tatapan matamu yang teduh syahdu

Jiwaku luruh…hatiku terbang melayang

Disana engkau pasti telah tenang

Berpeluk pulas dalam nikmat malam

Tiada terasa…ada hati mengingatmu

Nanti…

Dalam ketenangan jiwa

Jiwa mengambang

Tinggalkan raga diatas pembaringan

Inginkan bersua denganmu

Kita kan bergandengan

Bercanda terbang naik keatas bulan

Tuk dengarkan kata hati sang pemimpi

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Di tahun__1995

Keheningan dan kesunyian

Sering melanda diriku

Aku yang sekarang bukanlah aku yang dulu

Tak tau harus berbuat apa

Sering pula aku menangis

Tapi aku tak tau apa yang aku tangisi

Hanya sepi…sunyi…dan tangis

Itulah yang akrab dengan kepribadianku

Yang tak bisa dipisahkan antara aku dan diriku

Semua cepat sekali berlalu

Sosok orang yang sangat kucintai

Cepat sekali berubah

Entah kapan itu terjadi

Entah kapan itu akan kulakukan

Aku tak tau

Masa-masa itu cepat sekali berlalu

Tanpa kukenhendaki dan kusadari

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Di tahun__1999

Kupetik setangkai mawar

Warna merah berseri

Berkilau ditimpa sinar mentari pagi

Mawar merah diantara hijau dedaunan

Berpadu serasi menambah indah wajahmu

Harum semerbak wangimu

Memenuhi jiwa yang sunyi

Kau petik mempesona

Takkan kubiarkan orang lain menjamah ayumu

Sekuntum mawar merah

Tetaplah menghiasi hatiku

Mekar-mekarlah dihatiku

Hiasilah jiwa ini

Dengan wajah mungilmu

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Di tahun__2001

Tergores hati tanpa pilih kasih

Betapa indahnya cinta

Namun betapa pahitnya cinta

Betapa tajamnya lidah cinta

Tak kurang lidah-lidah cinta berkata demi cinta

Munafik demi cinta

Bila semua lidah-lidah cinta

Tak berkata dusta

Tak dikaruniai kebosanan

Tak pernah munafik

Mungkinkah cinta itu kan abadi…selamanya?

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Di tahun__1995

Putri

Kembalilah ke puri ini.

Satu semesta mungil yang mampu melumat bumi

Kalau aku mau membentangkannya.

Inilah nirwana yang mampu menampung perasaan kita.

Bumi punya langit sebagai jendela terhadap galaksi maha luas yang berjaya

dalam misteri.

Jendelaku adalah carik-carik kertas…

berisi daftar pertanyaan yang tentang dunia yang tak akan habis di mengerti.

Bumi menggetarkan nyali dengan palung-palung dalam

Aku cuma punya beberapa bait puisi…

…lautan pribadiku yang di dalamnya selalu ada kamu…, dan kamu lagi…

Samudera kata terbelit musik dan diudarai kenangan.

Di dalamnya aku bisa berenang sekuat ikan.

Bumi adalah sebuah kumparan besar yang melingkarkan semua makhluk

dalam kefanaannya.

Melingkarkan engkau dan aku…

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

26 April 2004

Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku

mengenal hidup

Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku

dalam cinta tak bermuara.

Engkaulah matahari surgaku yang menyinari kata pertama

di cakrawala aksara.

Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian.

Gerakmu tiada pasti. Namun aku terus di sini.

Mencintaimu…..

Entah kenapa..

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

26 April 2004

Cacatan kecil sebuah perjalanan hidup

Dalam serpihan cerita tentang dunia

Mengartikan bait-bait tentang alur dunia

Tersadar akan sebuah arti kehidupan

Dihamparan bumi yang maha luas

Dengan segala kejadian alamnya

Laut membiru pantulan maha langit

Luas tanpa batas…

Aku mencari arti sebuah perjalanan hidup

Diantara luasnya bumi yang membentang

Laut kuseberangi…gunung kudaki…

Hingga akupun kelelahan

Namun aku tak jua menemukan arti yang sesungguhnya

Tentang hidup ini

Tak sanggup untuk kujamah dunia

Yang kubisa hanya menjalani yang telah digariskan-Nya

Namun aku tetap tak tau harus berjalan kemana

Berjalan dan terus berjalan tak tentu arah

Mundurpun tak mungkin kulakukan

Haruskah aku menunggu

Tapi apa yang harus kutunggu

Perjalanan hidup benar-benar penuh dengan misteri

Dan fana semata

Aku takkan menunggu datangnya keajaiban

Aku akan melakukan apa yang aku bisa

Tentu dengan keridhoan Sang Maha Kuasa

Bagiku Dialah diatas segalanya

Yang telah mengatur semuanya

Apalah arti manusia

Perjalanan masih panjang

Namun kita juga tak tahu sejauh mana perjalanan kita

Carilah bekal yang berguna untuk menghadap kepada-Nya

Karena itulah yang bisa membuat perjalanan hidupmu lebih berarti

Abadi didunia dan diakhirat nantinya…

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Sabtu, 10 April 2004

Pertama

melihatmu disana

bagaikan seorang dewi

turun dari langit ke alam ini

hati ini aku ingin menyapamu

namun siapakah gerangan namamu?

Kini wajahmu selalu terbayang

kemanapun kakiku melangkah

bumi yang berputar dengan porosnya

dan akupun selalu teringat wajahmu

Dan kini aku berjumpa kamu

hatiku berdetak tiada menentu

entah mengapa

apakah ini yang dinamakan cinta

atau hanya perasaanku saja

Hanya wajahnya yang tersisa

dari kelompak mataku

Di tahun__1998

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Hari yang berganti…waktupun kian berlalu

bulan telah berganti tahun

windu kian beranjak abad

namun tak ada tanda-tanda penantianku akan berakhir…

harapan semakin pupus

keyakinanku semakin luruh sudah

menantikan kepastian cintamu

yang tiada batas waktu

inginku bertanya pada dunia

berartikah penantianku ini…?

Ataukah hanya pengorbanan yang sia-sia saja

ingin aku mengadu pada bintang

mengeluh pada awan

kapankah penantian ini akan berakhir…?

Di tahun__2002

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Cinta anugerah Tuhan yang terindah

cinta bukanlah suatu hal yang aneh

dua hati yang berlainan mulai terkait dalam asmara

untuk saling merasakan suka dukanya bersama

cinta membiaskan kerinduan

cinta menciptakan kecemburuan

ataupun kebencian

malah mungkin membuat buta yang berlebihan

yang terkadang membuat kedukaan juga bahagian

itulah cinta

menantang tapi romantis

Memang…

indahnya rasa cinta

bertajuk bunga penuh warna

berlambang cinta penuh asmara

Cinta…

membuat hati tak bisa diam

untuk selalu melantunkan nada rindu

Cinta…

mencintai ialah memberi

dicintai berarti menerima

saling memberi saling menerima

Cinta…

tak hanya butuh pengorbanan

kesetiaan…

kasih sayang…

dan kejujuran

Namun juga butuh pengertian

agar cinta kasih yang engkau jalin tetap selalu bertahan

Itulah cinta…

Cinta sejati antara Engaku dan Dia

Di tahun__1997

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Kalau ini bakal membuat langkahku balik kepadamu

maka akan kuhentikan planet-planet dari peredaran

akan kutiup mati matahari

akan kuruntuhkan gunung-gunung tinggi

dan kukeringkan lautan hindia

sebagai kesiapanku menebus kesalahan meski

berbagai macam kesulitan

Kalau harus kutebus penyesalanku

apapun akan kulakukan

asalkan kamu mau menerimaku kembali

tapi masihkah pintu maafmu akan kau bukakan

jika aku mengetuknya?

Masihkah kau ulurkan tanganmu kalau aku haus

setitik harapan…

Semoga takkan hanya dalam angan

aku menanti

dan semoga tak sebatas angan

suara hati ini bakal terjawabkan

Di tahun__1999

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

Diujung jalan itu kita pernah

memadu kasih

di bawah sinar bulan

kau peluk diriku dengan mesra

jarimu yang lentik kugenggam

dengan cinta yang panas membara

bahagia hatiku bila bertemu

dengan pujaan hatiku

dan kini hatiku hatimu terlah berpadu

tuk luapkan perasaan cinta didada

hilangkan rasa rindu

sinar bulan kian menerangi ruang hati kita

abadilah untuk selamanya…

untukmu…untukku jualah

adakah sang bintang ikut serta menyaksikan

kebahagiaan hati ini

Diujung jalan itu kita memadu kasih

diujung jalan itulah cintaku bersemi

berkembang mewangi disanubari tiada berduri

27 April 2004

Sekuntum bunga anggrek

MusliM wK 1995 – 2004

Bila Hati Berkata

warna biru

mekar menambah

menawan hatiku

bunga nirwana idaman wanita

kau kucintai selama hayatku

parasmu indah bagai bidadari

harum baumu

semerbak mewangi

hanya dirimu bunga pujaanku

kau kucintai selama hayatku

Di tahun 1998

MusliM wK 1995 – 2004

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: