Vhaizin dalam kata

       Senin hari tanggal 28 agustus 1989 di sebuah desa rindang dengan design indah hawa sejuk serta pemandangan menghijau berpadu pepohonan yang mengisyaratkan suasana nyaman ini jarang dijumpai di perkotaan. Sore itu sekitar pukul 03.3o WIB menjelang sore dari keluarga pasangan Tgk. M. Yusuf Syah dan Ummi Kalsum dikaruniai seorang amanah dari Allah dengan nama Rahmat Faizin Yusmi……

       Faizin kecil saat itu tampil apa adanya di hadapan ayah bunda dan keluarga tercinta dengan aneka raga kenakalannya hingga membuat faizin kecil menjadi populer di guhang saat itu, bahkan satu dua samaran yang tak layak dapat disandang dari masyarakat………

       Umur 6 tahun mulai dilepaskan ke alam lepas arena pendidikan, tepatnya ke desa tetangga pula faizin menyelimuti pendidikan dan sumbangan ilmu, bermacam pula ragam cerita terukir disana sebagai pengalaman hidup faizin kecil. Senang duka cinta terukir indah di arena pendidikan saat itu. Sehingga beberapa dewan guru menjadi catatan hati faizin sampai sekarang, merekalah yang membimbingnya selama ini dan menjadi faizin sekarang yang telah mengenal kehidupan raya. merekalah sang pahlawan yang bersusah payah memperkenalkan alfabeta kepadanya. Ibu Siti Mukmin yang tak bosan kiranya terus membimbing faizin bodoh saat itu untuk mengikuti ajang Cerdas Cermat saat itu. menyeludup jutaan kenangan dengan beliau, selama sebulan lebih membimbing faizin juga menjadi tahanan rumah sang guru saat itu, dengan perasaan sedih kadang pula canda bahkan juga marah namun dengan semangat ikhlas pada diri membuat beliau tegar mendidik muridnya, Ibu Sardanis Spd, ibu Nilawati, ibu Maryani Spd, ibu Yunisma yang juga pernah mengapit satu dua kisah bersama faizin saat itu yang tercatat menjadi ibrah hidup sampai saat ini. Ibu Asriah juga guru idaman sang pemberi semangat, juaga hadir seorang lelaki gagah yang selalu mendidik Kedisiplinan pada murid saat itu beliau juga dikenal dengan bapak guru yang sangat disegani murid dimanakah anda sekarang Bapak Yabani tak kurang dari itu pahlawan tanpa jasa yang membuka jendela pengetahuan pertama dalam dirinya juga hadir Bapak Jasman. inilah ukiran kenangan yang tak panjang ketika berada di sekolah dasar.

       Umur 12 tahun faizin diutuskan untuk mengembara dialam sana yang jauh dari pandang mata orang tua yaitu Kecamatan tetangga MTsN Unggul susoh yang menjadi penjara pendidikan saat itu, padahal satu sekolah yang berlebel sama ada didepan rumah yaitu MTsN Blang Pidie. Tetapi apalah daya Faizin dengan pangkat PRADA (prajurit dua) di Militer Rumah Tangga tak mampu membantah titah kakanda saat itu, walau dengan hati terbirit-birit tetap juga mengiyakan tawaran mereka saat itu untuk bersemedi di Kecamatan SUSOH. Dalam meraih cita disana bermacam kejadian juga menjadi kenangan tak bisa terlupakan, suatu hari di Era Konflik aceh yang tak kenal siang malam faizin diharuskan mengikuti les sekolah yang menjadi rutinan tiap hari di sekolah itu, jarum jam menunjuk angka 16.00 saat itu suara letusan senjata menjadi musik tak berirama di jagat raya memecahkan suasana hening di ruang kelas. dengan perasaan tak berdaya dia termenung memikir cara pulang yang harus melintasi arena letusan senjata itu. hanya tangisan dalam jiwa saat itu membuat mata yang tak hilang dari banjir air mata yang mengenangi….. akhirnya sang ibunda tercinta datang menjemput dengan denyut ketakutan membara berhasil juga melintasi jarak meluncur peluru itu…..

      Umur remaja faizin menjadi perantau kecil dalam keluarga atas permintaan sendiri dan persetujuan Rekomendasi dari orang tua dan para kakanda dia mulai angkat kaki sedikit demi sedikit untuk menjauh hingga terdampar dari jarak yang membentang. Namun baru satu dua bulan berada dipenjara suci Ruhul Islam Anak Bangsa faizin mendapati satu musibah yang datang bertubi-tubi ke arah raga. Tsunami dalam pentas Konflik aceh menjadi kaloborasi musibah yang maha dahsyat dalam kehidupan faizin.

      Minggu hari saat itu baru selesai dari ulangan kelas pelajaran Nahwu, goncangan mendadak merobohkan bangunan baru sekolah aliyah tempat dia menuntut ilmu saat itu, semua rekan-rekan lari terburu-buru dengan gaya masing-masing mencari tempat yang aman, disela-sela goncangan kuat dengan kekuatan yang amat sangat dahsyat bahkan Badan Geomatika aceh saat itu memposisikan kekuatan gempa itu pada takaran 8,9 skala richter, irama lontaran Granat juga mengiringi teriakan jutaan manusia sehingga berjuta manusia menjadi panik tak terkendali, suasana lesu tergambar didalam kawasan sekolah setelah beberapa jam kemudian. Tanpa instruksi sekolah itu pun menjadi tempat pengungsi Tsunami, memang suasana bebas dari kunjungan air laut berlebel Tsunami lokasi sekolah ini. faizin dengan iba terpaksa ikut serta menahan lapar b di hari kedua ba’da musibah besar dari Allah bersama rekan yang sama-sama berasal dari pantai Barat Selatan. Sementara teman-teman lain sudah mulai keluar dari dayah mencari keluarga masing-masing dengan perasaan berwajah sedih.

     Hanya tangisan yang menghibur pengganti teriakan dan pelukan terhadap ibu dan bapak, mengingat nasib keluarga yang entah bagaiman disana??? jalur transportasi putus total saat itu bertambah pula pikiran terhadap berbagai macam bisikan saat itu.

       Ruhul Islam anak Bangsa juga Engkau menghadirkan berbagai Kenangan tak terhingga yang saban hari aku melukiskan perjalanan hidup dalam memory sejarah. hingga akhirnya pada tahun 2007 selain aku memperoleh Cinta juga mendapati rasa sedih berpisah dengan seratusan teman-teman akrab aku faizin dikeluarkan secara hormat dari Sekola itu mengingat ratusan siswa baru juga ingin menempati sekolah itu sehingga dengan persetujuan dan stempel basah faiin dinyatakan LULUS.

     Setelah menyelesaikan kehidupan di dunia sekolah swasta saat itu tanggal 14 september faizin meninggalkan bumi aceh untuk sebuah titah menuntut ilmu di bumi alkhadra tunisia……

1 Komentar

  1. vhara said,

    September 2, 2008 pada 9:00 am

    Bukan kehidupan fana dengan aneka super power sebagai kekuatan hidupmu di dunia, tetapi keampuhan doa yang mustajablah harus kamu kelola sebagai senjata ampuh untuk melawan liku liku kehidupan agar terjauh dari pesona marabahaya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: